Minggu, 25 November 2012

HARI MALAS, LEMES!


Hoaaaaam.....Sholat Shubuh bablas tiap hari, Sholat dhuha apalagi....... Ini gue namanya lagi bersemedi atau lg rehat dari dunia perbabua-an ya? Gue lagi malessss, yg gue lakukan cuma bangun tidur tau-tau laki gue udah rapih ganteng pake kemeja, pokoknya lengkap mau berangkat kerja......yg pasti dia nyiapin sendiri, semir sepatu sendiri, ambil anduk sendiri, kecuali jemur anduk itu tugas gw......gue ama kiya...satu tim masih ngorok jam 07:00 pagi. Gue tiap hari gak kemana-mana tuh, bangun tidur gue langsung mandiin anak gue....kiya rapih. gue teteup belom mandi, nah gue langsung masak, selesai masak...gue nyuapin anak gue, beres-beres rumah, dan searching browsing internet. Nati jam 12 anak gue ngantuk, gue kelonin tidur lah dia. Gue ngetik atau beberes rumah atau kalo gue capek tidur siang. Jam 4 kiya bangun, lalu mandi sama gue. Selesai sholat ashar. Back to television. A beautiful life, enakkkkk bget jadi Ibu rumahtangga Cuma kata laki gue, gue gak produktif.....dan keliatan lemes karena gak masuk ke dunia perbabuan. Gimana donk???

Jumat, 23 November 2012

ASURANSI ANAK


Dulu, gue pernah kerja di sebuah kantor perseorangan gitu. Dia bilang tanpa secara langsung ke gue: kalo cuma orang goblok yg mau ikut asuransi. Dan gue bengong, karena waktu di bbm gue pernah bilang kalo gue perlu pake duit gue untuk bayar asuransi anak gue. Sejak gue pacaran sama leo, gue udah sering ceramah sama dia...kalo untuk anak kita nanti, si anak harus ikut asuransi. Bisa gak bisa, dananya kudu wajib ada buat dia. KENAPA? karena gue gak mau kebutuhan seperti pendidikan dan kesehatannya terhambat apabila tiba-tiba dia sakit dan gak ada dananya. Makanya-lah sejak agen asuaransi menawarkan produknya saat gue lagi periksa kehamilan gue di RS.....gue ambil lah itu lembarnya. Dan sampai sekarang, meskipun dananya seumur anak gue.....gue gak pernah menyesal ikutan asuransi. It's right choice.

Kamis, 22 November 2012

orangtua DAN anak


Orangtua adalah penanggungjawab penuh atas kehadiran seorang anak. Semua anak di dunia termasuk anak gue adalah anugerah buat para orangtuanya. Untuk seorang ibu seperti gue: anak adalah si pengendara mobil atau sopirnya...gue adalah pendampingnya....yang selalu ada disampingnya....dan dia gue lengkapi dengan kaca spion....dia fokus menjalani hidupnya tapi fungsi gue adalah kaca spionnya. Yang dikala dia jatuh, ataupun melihat bahaya ketika itu kaca spionnya lah menjadi fungsi utamanya agar tak tergilas dalam kehidupan duniawi. Bagi gue: nutrisi,kasih sayang dan cinta adalah oli termahal yang diproduksi sendiri dari orangtuanya yaitu gue dan leo. . . . . Nafkah harus dipastikan halal, makanan yang dimakan dipastikan bergizi dan halal. Karena semuanya itu cikal-bakal atom-atom dan nilai-nilai yang akan dianut oleh anak gue setiap saat hingga ia mungkin beranjak dewasa dan tua. Dan anak gue adalah mutiara termahal dan rezeki terhebat dalam hidup gue dan leo. Jika saatnya tiba, semua akan kembali ke asalnya. Allah sebagai sang kuasa lah yang memiliki believe...kepercayaam untuk membesarkan anak-anak gue ke depannya dengan kepercayaan sebagai umatnya. . . Prinsip gue membesarkan anak adalah bahwa anak yg gue lahirkan adalah sah dalam sebuah pernikahan. Gue saklek orangnya, dan bagi gue hanya perempuan TOLOL yang melahirkan anak dalam keadaan tidak menikah. Cinta itu buta untuk hal tersebut. Tapi perempuan punya otak, maka ketika lo hamil dengan laki-laki yg tidak dalam keadaan menikah dengan lo....maaf, LO PEREMPUAN GOBLOK. Seberapa besarnya lo melakukan pembelaan, teteup aja lo gegabah dalam bikin anak. Sorry ini hanya pandangan gue bahwa sebagai orangtuanya bila lo perempuan dalam keadaan itu, orangtua lo gagal total mendidik lo. SEKIAN!

MANDI BARENG! haha...


BUGIL bareng........itu penting haha. Suami gue punya kebiasaan yg buruk....leo suka tiba-tiba masuk ke kamar mandi saat gue lagi mandi. Gue suka kaget. Kebiasaan ini udah mulai sering terjadi saat gue tinggal di Apartemen Margonda Residence, Depok. Jujur, saat ada masalah dikit ini obat pencahar keadaan yang paling mujarab dan murah. SELAMAT MENIKMATI mandi bareng :)

PACARAN berbeda 90 derajat dgn RUMAH TANGGA


Hey....gue udah 3 tahun menikah sama leo.....susah dan senang itu biasa sebelum lo ngelewatin pernikahan yang ke tujuh (7) tahun. Setelah lo ngelewatin 7 tahun, baru lo bisa bertepuk-tepuk tangan untuk merayakan indikator keberhasilan hidup yaitu pernikahan. Di pernikahan yang gue tau dan gue jalanin, setiap ucapan adalah doa. Kalo lo masih pacaran ama pacar lo, dan menilai keluarga gue sesuai bacot lo.....tolong dipikir ulang, lo bakalan ngalamin hal yg gak jauh berbeda pada setiap awal pernikahan. Oh iya satu lagi, kalo lo belum pernah ngerasain hamil, melahirkan, dan mengurus anak. Lebih baik jangan menilai orang karena lo cuma tau kulit luarnya gue,secuil tentang gue dan hidup yg gue punya. HAHA galak banget ya gue???, tapi jujur kata nenek gue....jangan bangga punya duit banyak, karena kenapa?? duit gak pernah bisa beli kesehatan,nyawa,cinta yg murni, dan kebahagian. lo catet dah.
Cintailah dan mencintai dengan sederhana karena kesederhanaan itu tidak mudah bagi manusia yang tidak saling sempurna untuk mencapai kesempurnaan satu sama lainnya, ini keluarga bukan sekedar pacaran. Tau gak, pacaran itu beda 90 derajat dengan kehidupan berumahtangga.....karena keluarga perlu sikap saling pengertian satu sama lain.
Ini ada beberapa tips dari gue untuk yg mau sekedar tahu tentang berumahtangga: 1. Sebaiknya memasak lah setiap hari dan jangan beli lauk dan pauk yg sudah jadi karena BOROS! 2. Anak akan senang makan dirumah kalo masakan mamanya enak, MUJARAB, karena anak gue doyan makan...dan gampang makan karena gue suka googling untuk bikin masakan dan lauk-lauk yg simple tapi enak. 3. Kalo bisa masak yang sekaligus bisa untuk gue sendiri, suami gue, dan anak gue. 4. Kalo lo baik, orang pasti akan mudah baik dengan lo. Dan terus berbuat baik lah meskipun orang itu benci atapun gak baik sama lo. BERTETANGGA yg sehat. 5. Kalo lo gak sanggup ngerjain kerjaan rumah sendirian, dan suami lo juga sibuk...sebaiknya carilah pembantu atau asisten rumah tangga yg minimal bisa bolak-balik ngurusin rumah seperti menyetrikan dan mencuci atau laundry bisa jadi pilihan akalu gak mau cari asisten rumah tangga. 6. Berkebunlah, misalnya gue karena gak ada lahan...gue tanam-menanam di pot-pot. Dan itu jadi salahsatu hobby gue untuk siram tanaman. 7. Waktu itu adalah segalanya. Jika lo punya waktu, berikanlah kasih sayang lo terhadap anak lo disaat itu anak adalah butuh waktu bersama dengan gue ataupun bapaknya. 8. Jangan sampai kesiangan, karena akan kelewatan tukang sayur ataupun tukang tahu yg lewat depan rumah.

KECANDUAN CIUMAN


Gue anak ke-6 dari 7 bersaudara. Gue punya 3 saudara kandung perempuan dan 3 saudara kandung laki-laki. Gue perempuan, tapi sejak kecil gue seperti laki-laki dan itu terasa banget dalam pergaulan sehari-hari. Gue seneng manjat ke pohon, main ketapel karet,bahkan seneng maen gaplek dan catur sejak kecil. Dalam perjalanan gue beranjak dewasa, banyak pertanyaan yg hampir melanda remaja gak pernah terjawab karena nyokap-bokap gue agak kurang perhatian dan tidak akur meskipun hingga kini dia tetep beromantisme dimasa tua-nya. Gue itu sangat pintar menjaga jarak karena pada dasarnya gue sensitif termasuk jaga jarak terhadap ortu gue. Gue tidak ingin dilukai dan melukai. Just simple dalam kategori masa sekolah dan remaja gue. Tapi di antara 4 anak perempuan nyokap, gue lah yg sebenernya agak pemberontak. Gue seneng buku-buku sejarah dan geografi. Gue gak betah di rumah. Bagaimana caranya agar gue segera lepas dari rumah adalah kuliah. Ya, gue harus segera kuliah. Gue tipikal perempuan penyendiri, dan kalau dikamar pun saat masih dirumah gue males keluar rumah. HARAPAN adalah satu-satunya jalur gue untuk bertahan hidup setiap detik. Maka harapan-harapan lah yg gue ciptakan. Gue tidak pintar, bahkan gue itu malas untuk belajar tapi gue itu rajin untuk belajar sesuatu yg baru.
Nyokap gue adalah seorang pekerja keras, rajin beribadah dan ulet. Dan sejak gue kuliah gue ingin menjadi seperti dirinya minimal sifatnya karena nyokap gue itu lembut. Tapi jujur, gue gak betah dirumah. Gue jarang pulang dan menghabiskan masa-masa kuliah gue di kosan, di Depok. Meskipun ada beberapa temen, pada dasarnya gue kesepian. Nyokap gue selalu cukup untuk materi gue hidup dan kuliah, dan beruntungnya keluarga gue...gue gak pernah kekurangan dalam hal "MONEY". Makanya gue betah kalo di Depok, karena gue punya duit yg cukup buat sekedar bayar kosan, makan sehari-hari, beli buku, dan belanja buat dikosan. tapi gue jarang ngobrol sama orang rumah. Sekedar duduk santai, paling sama nyokap aja itu juga kalo mau berangkat lagi ke depok paling gue ngobrol didapur dan minta duit. Udah gue langsung cabut lagi. Tapi bokap gue selalu gak percaya kalo gue kuliah terus pulangnya malam sampai rumah. Makanya lebih baik gue jarang pulang. Nyokap pernah pesen kalo bokap gue itu sebenernya baik, dia keras, tapi sebenarnya dia baik. Ya gue udah tau, tapi gue pun gak bisa membanggakan buat dia......yaudah memang bokap gue baik, royal dan boros..itu aja yg gue tau. Mereka menganut sistem tradisi yg kuat bahwa keluarga gue sangat menjunjung moralitas keluarga. Artinya gak boleh aneh-aneh dalam kultur yg udah ada. Misalnya kalo jalan tol, itu bokap-nyokap seperti layaknya tronton yg berjalan lurus. Nah, gue pun harus seperti itu.
Entah apa yg gue identikan dengan diri gue sejak gue kuliah. Bahwa gue gak pernah punya arah hidup. Gue tidak terlalu suka dekat dengan temen perempuan. Sepanjang pengetahuan gue, teman perempuan pada akhirnya sedekat apapun akan menjadi sebuah konflik apabila terlalu dekat. Gue lebih suka teman-teman yg urakan dan bocor. Dan temen-temen di FISIPUI mewakilkan keurakan dan kebocoran itu. Dan gue lebih senang bergaul dan bersahabat dengan mereka. Karena sepanjang gue berteman, mereka yg diluar sana terlalu sensitif. Karena sejak gue masuk FISIPUI, gue tidak peka terhadap sensitivitas dan gue cuek, tak sesensitif pas saat dirumah dulu. Beberapa kali gue pacaran, tapi pada beberapa bulan kedepannya pun gue mengalah untuk tidak melanjutkan...karena menurut gue mereka yg masih muda seperti gue hanya mencari persinggahan sementara termasuk gue karena rasa ingin dicintai. Bagitupun gue terhadap hubungan pacaran gue dengan leo. Hanya sebatas itu. Dan gue gak pernah ingin serius karena gue gak pernah tertarik lagi dengan yg namanya keseriusan apalagi untuk memikirkan masa depan. Masa depan hanya bergantung pada kerja keras gue. Satu hal yg gue kenal dari leo saat gue brsama dia adalah dia sangat menghargai gue. Dia sangat menilai gue, bahwa dia mengatakan ortu gue itu baik dan gue punya masadepan yg baik. Selama pacaran dengan leo pun, gue sering naik gunung dan ke gua-gua dengan temen UI dan tidak dengan leo. Akhirnya, entahlah kesetiaan atau apa namanya....leo sangat memanjakan gue. Pulang naik gunung pas setibanya di depok, dia menjemput gue.....dan begitu seterusnya...sampai akhirnya gue berhenti untuk naik gunung. Leo beda 6 tahun diatas gue...umurnya dia sepantaran dengan umur kakak gue yg ke-5. Dia sangat suka mencium, mencium mndadak....minta dicium....mencium malu-malu di bis kota...dan bahkan kita seperti kecanduan untuk berciuman. Dan itu aneh buat gue. Tapi ciuman di bis kota lah, yg kadang membuat gue rindu dengannya. Gue tipe pembosan, dan saat gue sabtu-minggu libur kuliah dan sabtu-minggu dia masuk kuliah.....kita hampir jarang bertemu. Dan sumpah gue benci bget dengan kuliahnya yg sabtu-minggu. PUTUS-lah yg sering gue minta berkali-kali.....berjuta kali....dan kita pun akur lagi. Entah apa ini namanya, toh pada hari-hari berikutnya aktifitas kita berjalan normal kebali, gue kuliah dia bekerja.

SETIAP PERJALANAN ADALAH PERJUANGAN